SyekhAli Akbar Marbun yang akrab dipanggil Buya itu lalu menyerahkan sorban, peci dan sebuah tongkat kayu kokka kepada Menteri Erick Thohir. "Istilah pesantren bapak dikaruniai sorban, dikasih peci putih dan tongkat simbol kepemimpinan. Tapi kalau datang lagi (ke Medan) jangan lupa datanglah yang kedua kali lagi kemari," ucap Syekh Ali Akbar.
Jaringan Umat Islam Bersatu Sumatra Utara menggelar tablig akbar dalam rangka menyambut Tahu Baru Islam 1440 Hijriyah di Lapangan Benteng Medan, Sumatera Utara. Ketua Dewan Pembina Muzakarah, Silaturahmi Alim Ulama dan Tablig Akbar, KH Syekh Ali Akbar Marbun mengatakan, kegiatan ini diawali dengan muzakarah sekitar 300 alim ulama pimpinan pondok pesantren, cendikiawan, tokoh-tokoh
Ikuthadir bersama rombongan Kiai Maruf, ikut hadir Rais Syuriah PB Nahdlatul Ulama (NU) Syekh Ali Akbar Marbun dan Ketua PBNU Nusron Wahid. Dalam safarinya, Kiai Maruf dijadwalkan mengunjungi masyarakat di sejumlah tempat, antara lain berziarah ke makam Sisingamangaraja, menyapa warga di Balige, serta shalat Jumat di Mesjid Al-Hadhonah Balige
SyekhKH Ali Akbar Marbun dan KAMUS Sambut Kedatangan #Ijeck #Eramas peace. April 07, 2018 berita, Share This
Dalamkesempatan tersebut Syekh Ali Akbar menyatakan sangat mendukung serta mengapresiasi atas berdirinya Generasi Peduli Budaya Bangso Batak (GP-3B), dan beliau juga berharap kiranya para Tokoh-Tokoh Batak lainnya dapat mendukung segala bentuk kegiatan Kebudayaan sebagaimana Program dan Visi Misi dari GP-3B demi untuk mempersatukan seluruh etnis Bangso Batak.
Warisanpenting dari Syekh Ali Akbar Marbun," tulis Erick. Selain itu, banyak pelajaran yang Erick Thohir dapatkan ketika kunjungannya ke Ponpes Al Kautsar Al Akbar Medan. Salah satunya adalah pengingat baginya untuk terus menjaga amanah. "Banyak pelajaran saya dapatkan dalam kunjungan singkat ini. Salah satunya sebagai pengingat bagi saya
MEDAN Ketua Umum Kerapatan Indonesia Tanah Air, KH Maman Imanulhaq, pada Selasa (22/2), sowan ke kediaman Syekh KH Ali Akbar Marbun, ulama kharismatik Medan, yang juga ulama khos Nahdlatul Ulama (NU).. Turut mendampingi Kiai Maman sejumlah petinggi KITA lainnya seperti RE. Nainggolan, Camelia Lubis, Ketua dan Sekretaris KITA Medan, serta beberapa pengurus lainnya.
Homepage» Medan » Kapolrestabes Medan Kunjungi Buya Marbun, Beri Ucapan Selamat Ulang Tahun ke-80 19/05/2022 19/05/2022 by Nova Silitonga GEOSIAR.COM, MEDAN - Kapolrestabes Medan Kombes Pol Valentino Alfa Tatareda SH SIK MSi bersama rombongan berkunjung ke kediaman Syekh Ali Akbar Marbun yang juga akrab disapa Buya Marbun di Jalan Pelajar
Dalampertemuan itu, Syekh KH Ali Akbar Marbun, didampingi puluhan murid dan juga Keluarga Abiturient Pesantren Mustafawiyah (KAMUS) Purba Baru, Mandailing Natal. Silaturahmi tersebut terasa berkah dengan diawali Salat Zuhur berjemaah dan makan siang bersama.
Opungsyekh ali akbar marbun berkunjung kerumah kami di tangerang ..Kami sangat senang akhirnya opung kami kerumah kami .. Semoga opung sehat selalu agar kam
sepertiBuya Syekh Ali Akbar Marbun adalah orang tua yang dapat memahami keinginan banyak pihak, sehingga pemikiran beliau sangat layak menjadi pertimbangan bapak Presiden RI dalam memutuskan sesuatu. "Saya percaya dengan menjadi Wantimpres, Buya Ali Akbar akan banyak memberikan kontribusi pemikiran yang brilian kepada presiden," kata Khairul.
SIMALUNGUN Waspada.co.id - Usai bersilaturahmi Hari Raya Idul Fitri 1439 Hijriyah dengan mengunjungi kediaman Syekh Ali Akbar Marbun, pendiri pondok pesantren
Sementarapimpinan Pondok Pesantren Al-Kautsar Syekh Ali Akbar Marbun mengatakan, peringatan Hari Santri Nasional penting bagi para santri saat ini. Menurut dia, pengorbanan yang dilakukan para santri terdahulu untuk kemerdekaan RI akan menjadi cambuk untuk memacu semangat santri saat ini.
KetuaUmum Partai Perindo, Hary Tanoesoedibjo menerima kunjungan Syekh Ali Marbun di kediamannya di Jalan Ciranjang, Jakarta Selatan, Senin (4.9.2017). Ketua Umum
MEDAN Pendiri Pesantren Al-Kautsar Al-Akbar, Tuan Syekh KH Ali Akbar Marbun, mangupa-upa dan mangulosi Kepala Kejaksaan Tinggi Sulawesi Tengah Jacob Hendrik Pattipeilohy dan Ketua IAD Wilayah Sulawesi Tengah Ibu Yulis Hendrik di Jalan Pelajar Ujung, Kecamatan Medan Kota. Selain mantan Wakajati Sumut itu, Syekh KH Ali Akbar juga mangulosi Koordinator pada Jaksa Muda []
BwBKB. MEDAN - Menteri Badan Usaha Milik Negara BUMN Erick Thohir berkunjung ke Pondok Pesantren Al-Kautsar Al-Akbar, terletak di Jalan Pelajar Timur No 264 Medan, Kamis 19/5/2022. Setiba di lokasi pesantren, Menteri Erick Thohir tampak disematkan ulos oleh Cicit Sisingamangaraja XII, Simson Sinambela, Tokoh Pemuda Sumut, Agung Alkautsar dan Sanggam Bakara. Kemudian disambut hangat pengasuh pondok pesantren Al-Kautsar Al-Akbar, Syekh Ali Akbar Marbun dan sejumlah tokoh agama Sumut. "Selamat datang Pak Menteri, terima kasih sudah datang kemari. Bapak sudah disambut dengan ulos batak. Pesantren tetap pesantren tapi acara Batak tetap juga," kata Syekh Ali Akbar Marbun kepada Erick Thohir. Syekh Ali Akbar Marbun yang akrab dipanggil Buya itu lalu menyerahkan sorban, peci dan sebuah tongkat kayu kokka kepada Menteri Erick Thohir. "Istilah pesantren bapak dikaruniai sorban, dikasih peci putih dan tongkat simbol kepemimpinan. Tapi kalau datang lagi ke Medan jangan lupa datanglah yang kedua kali lagi kemari," ucap Syekh Ali Akbar. Menteri BUMN Erick Thohir didampingi Ketum DPP AMS XII, Paulus Sinambela, Tokoh Pemuda Sumut, Agung Alkautsar dan Sanggam Bakara menuju Pesantren Al-Kautsar Al-Akbar. Sementara itu, Erick Thohir mengucapkan terima kasih atas sambutan hangat yang diberikan Buya Syekh Ali Akbar Marbun, tokoh agama, keluarga Sisingamangaraja serta para santri-santriwati. "Saya hadir di sini pesantren dan sekolah-sekolah hanya ingin berbagi ilmu. Yang terpenting juga yang sering saya sampaikan beberapa kali karakter bangsa ini harus menjadi karakter yang baik," kata Erick Thohir. Erick mengatakan jangan sampai kekuasaan tanpa akhlak akhirnya zalim, kepintaran tanpa akhlak akhirnya tipu daya dan kepintaran tanpa akhlak akhirnya kerakusan. Sebelum meninggalkan pesantren, Menteri Erick Thohir juga diberikan penghargaan oleh Syekh Ali Marbun untuk menanam pohon kurma di halaman Pesantren sekaligus pengecoran pondasi pertama gedung Fatmawati Soekarno Pesantren Al-Kautsar Al-Akbar. Turut hadir menerima kunjungan tersebut, Ketua Umum Majelis Zikir Tazkira Sumut, Buya KH Amiruddin MS, Pemimpin Zikir Tazkira Sumut, Hajar, Pimpinan Pesantren Jabal Nur, Nasution, Ketum DPP AMS XII, Paulus Ronald Sinambela, Tokoh masyarakat Sumut, RE Nainggolan, Ketua PDIP Sumut, Rapidin Simbolon, Anggota DPRD Sumut, Soetarto, Kadisnaker Sumut, Baharuddin Siagian, CEO Aroma Bakery & Cake Shop H. Suhardi.
MEDAN - Paulus Ronald Sinambela dan pengurus Himpunan Pengusaha Muda Indonesia HIPMI Sumatera Utara Sumut kunjungan silaturahmi ke Pondok Pesantren Al Kautsar Al Akbar di Jalan Pelajar Ujung Kelulahan Binjai, Kecamatan Medan Denai, Sabtu 5/3/2022. Setibanya di Pondok Pesantren Al Kautsar Al Akbar, Paulus Sinambela, Ketua HIPMI Sumut, Ade Prasetyo Jona, Benny Batubara, Simson Sinambela, Porby dan pengurus lainnya disambut oleh Pengasuh Pesantren Al-Kautsar Al Akbar Syech KH Ali Akbar Marbun. Paulus Sinambela mengucapkan terima kasih atas sambutan hangat dari para pengurus Pondok Pesantren Al Kautsar Al Akbar yang telah menerima kedatangan kami mempererat silaturahmi. "Terima kasih Buya sapaan untuk Syekh Ali Marbun atas sambutannya. Semoga Buya dilimpahkan berkah dan senantiasa dalam lindungan Tuhan Yang Maha Esa,” kata Paulus yang juga Ketua Umum DPP Angkatan Muda Sisingamangaraja AMS XII. Begitu juga, Ketua Umum HIPMI Sumut, Ade Prasetyo sangat bersyukur dan berterima kasih atas sambutan hangat dari Buya Syech KH Ali Akbar karena meluangkan waktu untuk bertemu sekaligus memohon doa serta mengundang Buya untuk menghadiri pelantikan HIPMI Sumut pada Rabu 9 Maret 2022. "Terima kasih Buya atas waktu yang diberikan kepada saya dan para pengurus HIPMI untuk bersilaturahmi dengan Buya. Selain silaturahmi ini kami juga mengundang Buya untuk menghadiri pelantikan HIPMI Sumut. Mohon doa dan dukungannya Buya," ucap Ade Prasetyo. Syech Ali Akbar Marbun selaku pengasuh Pondok Pesantren Al Kautsar Al Akbar mengucapkan terimakasih atas kedatangan Paulus Sinambela dan rombongan HIPMI Sumut. "Terima kasih atas kunjungannya Paulus dan para pengurus Hipmi, semoga kita semua selalu dalam lindungan Allah SWT didalam menjalankan tugas masih-masing," ucap Syech Ali Akbar Marbun. Dalam kunjungan tersebut, Syech KH Ali Akbar Marbun memberikan cinderamata kepada Paulus Sinambela dan Ade Prasetyo berupa tongkat yang terbuat dari kayu kokka. Begitu juga dengan Benny Batu Bara juga menerima tasbi dari Pengasuh Pesantren Al-Kautsar Al Akbar. "Ini tongkat bahannya dari kayu kokka persis seperti kayu yang di pakai Nabi Musa sewaktu membelah laut," kata Syech KH Ali Akbar sambil menyerahkan kepada Paulus Sinambela dan Ade Prasetyo Diketahui, Syekh KH Ali Akbar Marbun adalah anak ke 7 dari 8 bersaudara, ayahnya Buyung Marbun Alm dengan ibunya Hj Chadijah bt Nainggolan meninggal pada usia 105 tahun yang merupakan petani dan orang yang taat beragama Islam. Dahulu di masa mudanya, Syekh Ali belajar di Pesantren Musthafawiyah Purba Baru Tapanuli Selatan, salah satu pesantren tertua dan terbesar di Sumatera Utara yang didirikan oleh Syech Musthafa Husain Nasution yang pada waktu itu dipimpin oleh H Abdullah Musthafa Nasution dan guru besarnya Syech Abdul Halim Lubis. Setelah belajar di Pesantren Musthafiyah selama 4 tahun, pada tahun 1969 Syech Ali Akbar Marbun menunaikan ibadah Haji ke Mekkah dan tinggal di sana untuk belajar dari ulama-ulama Sunni, salah satunya kepada Sayyid Muhammad Alawi Al Maliki Al Hasani. Usai belajar di Mekkah, pada tahun 1978 Syech Ali Akbar Marbun pulang ke Medan dan mendirikan Pesantren Al-Kautsar Al-Akbar. Syekh KH Ali Akbar Marbun terpilih menjadi salah satu anggota Ahlul Halli wal Aqdi Ahwa di Muktamar Ke-33 NU Jombang yang dipilih oleh para Muktamirin. Setelah diadakan tabulasi, Syekh Ali mendapat suara sebanyak 246 suara. Anggota Ahwa bertugas memilih Rais Aam PBNU yang akan menahkodai NU di periode 2015-2020.
Syech KH Ali Akbar Marbun adalah Pendiri sekaligus Pengasuh Pesantren Al-Kautsar Al-Akbar Jl Pelajar No 264 Medan, Sumatera Utara. Syech KH Ali Akbar Marbun lahir di desa Siniang, Kecamatan Pakkat, Kabupaten Humbang Hasundutan, KH Ali Akbar Marbun adalah anak ke 7 dari 8 bersaudara, ayahnya Buyung Marbun Alm dengan ibunya Hj Chadijah bt Nainggolan meninggal pada usia 105 tahun adalah petani dan orang yang taat beragama Ali belajar di Pesantren Musthafawiyah Purba Baru Tapanuli Selatan, salah satu pesantren tertua dan terbesar di Sumatera Utara yang didirikan oleh Syech Musthafa Husain Nasution yang pada waktu itu dipimpin oleh H Abdullah Musthafa Nasution dan guru besarnya Syech Abdul Halim belajar di Pesantren Musthafiyah selama 4 tahun, pada tahun 1969 Syech Ali Akbar Marbun menunaikan ibadah Haji ke Mekkah. Setelah menunaikan ibadah haji, Syekh Ali tinggal di Mekkah untuk belajar. Syekh Ali banyak belajar dari ulama-ulama Sunni di Mekkah, salah satunya kepada Sayyid Muhammad Alawi Al Maliki Al belajar di Mekkah, pada tahun 1978 Syech Ali Akbar Marbun pulang ke Medan dan mendirikan Pesantren Al-Kautsar KH Ali Akbar Marbun terpilih menjadi salah satu anggota Ahlul Halli wal Aqdi Ahwa di Muktamar Ke-33 NU Jombang yang dipilih oleh para Muktamirin. Setelah diadakan tabulasi, Syekh Ali mendapat suara sebanyak 246 suara. Anggota Ahwa bertugas memilih Rais Aam PBNU yang akan menahkodai NU di periode 2015-2020. Fathoni
KH Syech Ali Akbar Marbun ke-3 dari kanan bersama Menpora Imam Nahrawi kedua dari kiri dan Gubernur Sumatera Utara Gatot Pujo Nugroho kiri - Pengasuh Pesantren Al-Kautsar Al-Akbar, Medan, Sumatra Utara Syech KH Ali Akbar Marbun ditunjuk menjadi salah satu anggota ahlul ahli wal aqdi Ahwa. Syech Ali lahir di desa Siniang, Kecamatan Pakkat, Kabupaten Humbang Hasundutan, Medan. Website melansir, Syekh Ali berasal dari keluarga petani dan orang yang taat beragama Ali belajar di Pesantren Musthafawiyah Purba Baru Tapanuli Selatan, salah satu pesantren tertua dan terbesar di Sumatra Utara yang didirikan oleh Syech Musthafa Husain Nasution. Guru besarnya adalah Syech Abdul Halim belajar di Pesantren Musthafiyah selama empat tahun, pada tahun 1969 Syech Ali Akbar Marbun menunaikan ibadah haji ke Makkah. Setelah menunaikan ibadah haji, Syekh Ali tinggal di Makkah untuk belajar dari ulama-ulama Sunni. Usai belajar di Makkah, pada tahun 1978 Syech Ali Akbar Marbun pulang ke Medan dan mendirikan Pesantren Al-Kautsar Al-Akbar. BACA JUGA Update Berita-Berita Politik Perspektif Klik di Sini
syekh ali akbar marbun